Berita

  Berita Terbaru

Penerapan Building Information Modeling (BIM) di Proyek Infrastruktur Indonesia Analisis Keuntungan BIM dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Proyek dari Perspektif Fresh Graduate Teknik Sipil

Penerapan Building Information Modeling (BIM) di Proyek Infrastruktur Indonesia Analisis Keuntungan BIM dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Proyek dari Perspektif Fresh Graduate Teknik Sipil

Himpunan Mahasiswa Sipil - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
5 Januari 2026
PendahuluanMemasuki dunia proyek sebagai fresh graduate teknik sipil merupakan fase transisi yang menentukan arah awal karier profesional. Pada tahap ini, lulusan baru tidak lagi hanya dituntut memiliki penguasaan teori teknik sipil, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan sistem kerja proyek yang dinamis dan berbasis teknologi. Perkembangan industri konstruksi pasca 2020 menunjukkan pergeseran signifikan dari metode konvensional menuju sistem kerja digital yang terintegrasi. Salah satu teknologi yang kini menjadi kebutuhan utama dalam proyek infrastruktur adalah Building Information Modeling (BIM). Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat secara aktif mendorong penerapan BIM sebagai bagian dari transformasi digital sektor konstruksi nasional. Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua fresh graduate teknik sipil memiliki kesiapan yang memadai dalam menguasai BIM saat pertama kali terjun ke dunia proyek. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri konstruksi modern.Konsep dan Peran Building Information Modeling (BIM)Building Information Modeling merupakan pendekatan berbasis model digital yang mengintegrasikan data geometrik, teknis, dan manajerial proyek ke dalam satu sistem terpadu. BIM tidak hanya berfungsi sebagai alat visualisasi, tetapi juga sebagai basis informasi yang mendukung proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian proyek secara berkelanjutan. Berbagai studi terbaru menyatakan bahwa BIM berperan penting dalam meningkatkan kualitas koordinasi lintas disiplin, akurasi perencanaan, serta efisiensi pelaksanaan proyek konstruksi (Nguyen, 2025; Kaur et al., 2025). Dalam konteks proyek infrastruktur, BIM umumnya dikembangkan dalam beberapa dimensi, seperti 3D (model), 4D (waktu), dan 5D (biaya), yang memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat.Penerapan BIM di Proyek Infrastruktur IndonesiaPenerapan BIM di Indonesia mengalami perkembangan signifikan dalam lima tahun terakhir, khususnya pada proyek-proyek infrastruktur strategis dan proyek yang dikelola oleh BUMN konstruksi. Studi Noviania et al. (2025) menunjukkan bahwa BIM telah digunakan untuk meningkatkan integrasi perencanaan dan pengendalian proyek pada berbagai proyek nasional. Meskipun demikian, tingkat penerapan BIM masih belum merata. Sebagian proyek telah mengimplementasikan BIM secara menyeluruh, sementara proyek lainnya masih menerapkan BIM secara parsial. Tantangan utama dalam implementasi BIM di Indonesia bukan hanya pada aspek teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia, terutama tenaga kerja muda dan fresh graduate (Putra, 2025).Keuntungan BIM dalam Tahap Perencanaan ProyekDalam tahap perencanaan, BIM memberikan sejumlah keuntungan yang signifikan, antara lain: Peningkatan kualitas dan konsistensi desain Model BIM memungkinkan perencana mengevaluasi hubungan antar elemen proyek secara menyeluruh, sehingga mengurangi potensi kesalahan desain sejak tahap awal (Nguyen, 2025). Deteksi dini konflik desain Kemampuan BIM dalam melakukan clash detection membantu mengidentifikasi potensi benturan antar elemen sebelum konstruksi dimulai, sehingga mengurangi risiko perubahan desain di lapangan. Integrasi waktu dan biaya proyek BIM 4D dan 5D memungkinkan perencanaan jadwal dan estimasi biaya dilakukan secara lebih realistis dan terukur, yang berkontribusi pada pengendalian proyek yang lebih efektif. Bagi fresh graduate, sistem perencanaan berbasis BIM menuntut pemahaman menyeluruh terhadap alur kerja proyek, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga manajerial.Keuntungan BIM dalam Tahap Pelaksanaan ProyekPada tahap pelaksanaan, BIM berfungsi sebagai alat utama koordinasi dan pengendalian proyek. Penerapan BIM pada fase ini memberikan beberapa manfaat utama, yaitu: Koordinasi lapangan yang lebih efektif dan transparan Pengendalian progres proyek berbasis data Efisiensi penggunaan sumber daya proyek Minimnya perubahan desain selama konstruksi berlangsung Penelitian terkini menunjukkan bahwa proyek yang menerapkan BIM secara konsisten memiliki tingkat efisiensi dan produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan proyek yang masih menggunakan pendekatan konvensional (Kaur et al., 2025).Realitas Fresh Graduate Teknik Sipil dalam Lingkungan Proyek Berbasis BIMMeskipun BIM telah menjadi kebutuhan di dunia proyek, banyak fresh graduate teknik sipil masih mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan sistem kerja berbasis BIM. Ketidaksiapan ini umumnya disebabkan oleh terbatasnya pembelajaran BIM yang terstruktur selama masa perkuliahan. Fresh graduate yang belum menguasai BIM cenderung menghadapi hambatan dalam memahami model digital, mengikuti diskusi teknis berbasis BIM, serta berpartisipasi aktif dalam proses koordinasi proyek. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kesenjangan kompetensi digital masih menjadi permasalahan utama dalam transisi lulusan teknik sipil menuju dunia kerja (Setiyono, 2024).Dampak Ketidaksiapan BIM terhadap Karier Awal Fresh GraduateKurangnya penguasaan BIM berdampak langsung pada posisi dan peran fresh graduate di lingkungan proyek. Fresh graduate sering kali membutuhkan waktu adaptasi yang lebih panjang dan belum mampu memberikan kontribusi optimal pada tahap awal karier. Selain itu, tekanan profesional untuk segera beradaptasi dengan sistem kerja digital dapat memengaruhi kepercayaan diri dan perkembangan kompetensi awal. Fenomena ini sejalan dengan temuan Lembangan (2025) yang menyatakan bahwa kesiapan SDM menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi digital di sektor konstruksi.Kesenjangan Kurikulum dan Tantangan Pendidikan Teknik SipilKesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan menunjukkan bahwa integrasi BIM dalam kurikulum pendidikan teknik sipil masih perlu diperkuat. BIM di banyak perguruan tinggi masih bersifat pelengkap, belum menjadi kompetensi inti yang wajib dikuasai seluruh lulusan. Kondisi ini menegaskan perlunya penyesuaian kurikulum agar lebih responsif terhadap perkembangan industri konstruksi digital, sehingga lulusan teknik sipil dapat memasuki dunia proyek dengan kesiapan yang lebih baik.Penutup Penerapan Building Information Modeling (BIM) di proyek infrastruktur Indonesia memberikan keuntungan signifikan dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan proyek. Namun, dari perspektif fresh graduate teknik sipil, masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan lulusan, khususnya dalam penguasaan BIM. Oleh karena itu, penguatan pembelajaran BIM dalam pendidikan teknik sipil serta kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi dan industri menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia konstruksi yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan proyek di era digital.Daftar PustakaKaur, R., Mwambegele, B. J., Abraham, A. G., Kavishe, N., & Mfinanga, D. A. (2025). A comprehensive review on building information modelling (BIM), its implementations and applications. Automation in Construction, 162, 105302. https://doi.org/10.1016/j.autcon.2025.105302Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2021). Roadmap digitalisasi konstruksi Indonesia. Jakarta: Kementerian PUPR.Lembangan, M. O. (2025). A review of Building Information Modeling (BIM) implementation in Indonesia’s smart city development. Journal of Smart Infrastructure and Construction, 3(1), 1–10.Nguyen, T. N. (2025). BIM in construction: Benefits, challenges, and development trends. International Journal of Scientific Research in Science, Engineering and Technology, 12(2), 160–165.Noviania, S. A., Sarifah, F., Nazhifan, F., & Pratama, R. A. (2025). Kajian kontribusi penerapan Building Information Modeling (BIM) dalam proyek BUMN konstruksi di Indonesia. Reinforcement Review in Civil Engineering Studies and Management, 4(1), 13–22.Permendikbud Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.Putra, W. D. (2025). Penerapan Building Information Modeling (BIM) dalam manajemen proyek konstruksi di Indonesia: Kontribusi dan hambatan implementasi. Jurnal Teknik Sipil dan Manajemen Konstruksi, 9(1), 45–56.Setiyono, T. R. (2024). Integrasi Building Information Modeling (BIM) terhadap kesiapan lulusan teknik sipil menghadapi transformasi digital industri konstruksi. Jurnal Pendidikan Teknik Sipil, 6(2), 101–110.
Kesiapan SDM Teknik Sipil Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0: Analisis Kesenjangan antara Kurikulum Perguruan Tinggi dan Kebutuhan Industri

Kesiapan SDM Teknik Sipil Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0: Analisis Kesenjangan antara Kurikulum Perguruan Tinggi dan Kebutuhan Industri

Himpunan Mahasiswa Sipil - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
23 Desember 2025
AbstrakPerkembangan Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan signifikan pada sektor konstruksi di Indonesia, khususnya dalam penerapan teknologi digital seperti Building Information Modeling (BIM), otomatisasi, serta sistem manajemen proyek berbasis data. Namun, perkembangan tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM) teknik sipil, terutama lulusan perguruan tinggi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kesiapan SDM teknik sipil Indonesia dalam menghadapi tuntutan industri konstruksi modern serta menganalisis kesenjangan antara kurikulum pendidikan tinggi teknik sipil dan kebutuhan nyata industri. Metode yang digunakan berupa studi literatur dan observasi terhadap praktik pendidikan dan industri konstruksi di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan masih terdapat gap signifikan antara kompetensi lulusan dan ekspektasi industri, baik dari sisi kemampuan teknis, penguasaan teknologi, maupun soft skill. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan mahasiswa untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Kata kunci: Teknik Sipil, SDM, Revolusi Industri 4.0, Kurikulum, Industri Konstruksi1. PendahuluanRevolusi Industri 4.0 ditandai dengan integrasi teknologi digital, otomatisasi, dan sistem berbasis data dalam berbagai sektor, termasuk sektor konstruksi. Di Indonesia, industri konstruksi mulai mengadopsi teknologi seperti BIM, drone untuk survei, serta sistem manajemen proyek digital guna meningkatkan efisiensi dan akurasi pekerjaan. Pemerintah melalui berbagai kebijakan, termasuk dorongan digitalisasi konstruksi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, menunjukkan bahwa industri konstruksi nasional diarahkan menuju sistem yang lebih modern dan terintegrasi. Namun demikian, kesiapan SDM teknik sipil sebagai pelaksana utama di lapangan masih menjadi tantangan. Banyak lulusan teknik sipil dinilai belum sepenuhnya siap menghadapi kebutuhan industri yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.2. Revolusi Industri 4.0 dalam Dunia Teknik SipilPenerapan Revolusi Industri 4.0 dalam bidang teknik sipil mencakup berbagai aspek, antara lain: Penggunaan BIM sebagai alat perencanaan, desain, dan koordinasi proyek Pemanfaatan teknologi drone dan GIS untuk survei dan pemetaan Sistem penjadwalan dan pengendalian proyek berbasis perangkat lunak Digitalisasi dokumen dan manajemen konstruksi Transformasi ini menuntut SDM teknik sipil yang tidak hanya menguasai teori dan perhitungan struktur, tetapi juga mampu mengoperasikan perangkat lunak serta memahami alur kerja digital.3. Kondisi SDM Teknik Sipil Indonesia Saat IniSecara umum, lulusan teknik sipil di Indonesia memiliki dasar teori yang cukup kuat. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan beberapa kelemahan, antara lain: Minimnya pengalaman penggunaan software yang umum dipakai di industri Kurangnya pemahaman alur kerja proyek konstruksi secara menyeluruh Terbatasnya pengalaman lapangan dan simulasi proyek nyata Soft skill seperti komunikasi, kerja tim, dan manajemen waktu yang belum optimal Kondisi ini menunjukkan bahwa kesiapan SDM teknik sipil belum sepenuhnya sejalan dengan kebutuhan industri konstruksi modern.4. Kesenjangan antara Kurikulum Perguruan Tinggi dan Kebutuhan Industri Salah satu penyebab utama belum optimalnya kesiapan SDM teknik sipil adalah adanya kesenjangan antara kurikulum pendidikan tinggi dan tuntutan industri. Perbandingan berikut menggambarkan kondisi tersebut:Kurikulum Perguruan TinggiKebutuhan IndustriFokus pada perhitungan manualPenguasaan BIM & software konstruksiPraktikum terbatasSimulasi proyek dan studi kasus nyataTeori dominanProblem solving berbasis lapanganEvaluasi akademikKinerja dan produktivitas proyekKurikulum yang belum adaptif terhadap perkembangan teknologi menyebabkan lulusan membutuhkan waktu tambahan untuk beradaptasi ketika memasuki dunia kerja.5. Dampak Kesenjangan terhadap Industri KonstruksiKesenjangan antara dunia pendidikan dan industri memberikan dampak nyata, di antaranya: Perusahaan harus menyediakan pelatihan tambahan bagi lulusan baru Proses adaptasi kerja menjadi lebih lama Produktivitas dan efisiensi proyek kurang optimal Lambatnya adopsi teknologi baru di lapangan Apabila kondisi ini terus berlanjut, daya saing industri konstruksi nasional dapat tertinggal dibandingkan negara lain.6. Strategi Menjembatani Kesenjangan Pendidikan dan Industri6.1 Peran Perguruan Tinggi Pembaruan kurikulum berbasis kebutuhan industri Integrasi mata kuliah BIM dan digital construction Penerapan project-based learning 6.2 Peran Industri Penyediaan program magang terstruktur Keterlibatan praktisi sebagai dosen tamu Kolaborasi riset terapan dengan kampus 6.3 Peran Mahasiswa Mengembangkan kemampuan tambahan di luar kurikulum Mengikuti sertifikasi dan pelatihan software Aktif dalam organisasi dan kegiatan lapangan7. Kesimpulan Revolusi Industri 4.0 menuntut SDM teknik sipil yang adaptif, kompeten, dan melek teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara kurikulum perguruan tinggi dan kebutuhan industri konstruksi di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan mahasiswa agar lulusan teknik sipil mampu bersaing dan berkontribusi secara optimal dalam pembangunan infrastruktur nasional.Daftar Pustaka Abanda, F. H., Vidalakis, C., Oti, A. H., & Tah, J. H. M. (2015). A critical analysis of Building Information Modelling systems used in construction projects. Advances in Engineering Software, 90, 183–201. https://doi.org/10.1016/j.advengsoft.2015.08.009Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia PUPR. (2020). Pengembangan kompetensi SDM konstruksi di era revolusi industri 4.0. Jakarta: Kementerian PUPR.Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik konstruksi Indonesia 2022. Jakarta: Badan Pusat Statistik.Eastman, C., Teicholz, P., Sacks, R., & Liston, K. (2011). BIM handbook: A guide to building information modeling for owners, managers, designers, engineers and contractors (2nd ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2018). Penerapan Building Information Modeling (BIM) pada proyek konstruksi. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Konstruksi.Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2021). Roadmap digitalisasi konstruksi Indonesia. Jakarta: Kementerian PUPR.Lasi, H., Fettke, P., Kemper, H. G., Feld, T., & Hoffmann, M. (2014). Industry 4.0. Business & Information Systems Engineering, 6(4), 239–242. https://doi.org/10.1007/s12599-014-0334-4Permendikbud Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.Sacks, R., Koskela, L., Dave, B. A., & Owen, R. (2010). Interaction of lean and Building Information Modeling in construction. Journal of Construction Engineering and Management, 136(9), 968–980. https://doi.org/10.1061/(ASCE)CO.1943-7862.0000203Succar, B. (2009). Building Information Modelling framework: A research and delivery foundation for industry stakeholders. Automation in Construction, 18(3), 357–375. https://doi.org/10.1016/j.autcon.2008.10.003World Economic Forum. (2016). The fourth industrial revolution. Geneva: World Economic Forum.Zhou, Z., Liu, J., & Zhang, P. (2017). Digital twin-based smart construction. Automation in Construction, 81, 101–113. https://doi.org/10.1016/j.autcon.2017.06.005
Gali Pengalaman Nyata Di Dunia Geoteknik, HMTS UWKS Gelar "Geotechnical Talks" Sebagai Pusat Edukasi Mahasiswa Teknik Sipil Se-Surabaya Dan Sekitarnya

Gali Pengalaman Nyata Di Dunia Geoteknik, HMTS UWKS Gelar "Geotechnical Talks" Sebagai Pusat Edukasi Mahasiswa Teknik Sipil Se-Surabaya Dan Sekitarnya

Himpunan Mahasiswa Sipil - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
21 Desember 2025
SURABAYA – Pentingnya penguasaan ilmu geoteknik dalam dunia konstruksi modern membuat Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (HMTS UWKS) memberikan perhatian besar melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu bertajuk "Geotechnical Talks: The Real Life Experience". Acara yang berlangsung pada Kamis, 6 November 2025 di Bangsal Pancasila ini menjadi agenda akademik yang sangat diprioritaskan oleh program studi.Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa, otoritas akademik mengambil kebijakan khusus dengan meliburkan seluruh jadwal perkuliahan rutin di lingkungan Teknik Sipil UWKS pada hari tersebut. Kebijakan ini diambil guna memastikan seluruh mahasiswa dapat memusatkan fokus dan dialihkan untuk mengikuti kuliah tamu ini sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran luar kelas yang esensial. Dengan kebijakan ini, Bangsal Pancasila dipadati oleh mahasiswa yang antusias menyerap ilmu langsung dari praktisi profesional. Kegiatan ini menghadirkan Josephine Setyarini, S.T., M.T., seorang Ahli Geoteknik berpengalaman, sebagai pemateri utama. Dengan dipandu oleh Danang Setya Raharja, S.T., M.T. selaku moderator, pemateri membedah berbagai kasus rill di lapangan mulai dari analisis stabilitas tanah hingga solusi teknis pada proyek-proyek konstruksi besar yang jarang ditemui secara mendalam di buku teks perkuliahan. Momentum ini juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa teknik sipil di Jawa Timur. HMTS UWKS turut mengundang delegasi dari berbagai instansi yang ternaung dalam FKMTSI Subwilayah Surabaya. Kehadiran perwakilan mahasiswa dari Universitas Bojonegoro (Unigoro), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Universitas Darul Ulum  Lamongan (UNISDA), dan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) memberikan warna tersendiri dalam sesi diskusi.Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan bahwa HMTS UWKS tidak hanya fokus pada internal kampus, tetapi juga aktif menjadi motor penggerak kolaborasi akademik di lingkup FKMTSI. Melalui Geotechnical Talks ini, diharapkan tercipta sinergi pemikiran antara mahasiswa UWKS dan delegasi undangan dalam memahami tantangan geoteknik di masa depan.FKMTSI Subwil SBY: "Kami sangat mengapresiasi undangan dari HMTS UWKS. Kehadiran rekan-rekan dari Bojonegoro, Sidoarjo, Lamongan, dan ITATS di forum ini membuktikan bahwa semangat belajar lintas kampus di bawah naungan FKMTSI sangat kuat. Materi yang dibagikan sangat berbobot dan memberikan kami pandangan baru mengenai praktik geoteknik yang sebenarnya. Semoga kolaborasi akademik seperti ini terus berlanjut."Kegiatan ini ditutup dengan harapan besar bahwa ilmu yang dibagikan dapat menjadi pondasi kuat bagi para calon insinyur dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang sesungguhnya. Sinergi antara universitas, praktisi, dan organisasi mahasiswa ini menjadi bukti nyata dedikasi UWKS dalam mencetak lulusan teknik sipil yang unggul dan inovatif.
Mahasiswa Teknik Sipil UWKS Sebagai Delegasi Perwakilan FKMTSI Wilayah IX Jawa Timur Di TW-NAS XXXV FKMTSI

Mahasiswa Teknik Sipil UWKS Sebagai Delegasi Perwakilan FKMTSI Wilayah IX Jawa Timur Di TW-NAS XXXV FKMTSI

Himpunan Mahasiswa Sipil - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
8 Desember 2025
SAMARINDA – Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) kembali mempertegas posisinya sebagai institusi yang aktif berkontribusi di kancah nasional. Melalui partisipasi strategis dalam ajang Temu Wicara Nasional (TW-NAS) ke-XXXV Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (FKMTSI) yang digelar pada 1-7 Desember 2025 di Samarinda, Kalimantan Timur, mahasiswa Teknik Sipil UWKS hadir membawa misi inovasi dan penguatan jejaring profesional.Hadir sebagai representasi kebanggaan almamater, Alief Farhan Febrianto dari Teknik Sipil UWKS bergabung dalam jajaran Delegasi Wilayah IX Jawa Timur. Keikutsertaan ini bukan sekadar menghadiri pertemuan rutin, melainkan wujud nyata dari tujuan utama kegiatan: menjalin kerjasama erat antar-perguruan tinggi teknik sipil se-Indonesia dan memastikan UWKS berperan aktif dalam merumuskan arah gerak organisasi di tingkat nasional.Dengan mengangkat tema "Mengenalkan Infrastruktur Inovatif Ibu Kota Nusantara (IKN) Untuk Kemajuan Pembangunan Negeri," forum ini menjadi sarana bagi delegasi UWKS untuk mendalami teknologi konstruksi masa depan. Melalui Seminar Nasional mengenai Building Management 4.0 hingga kunjungan lapangan langsung ke lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), delegasi UWKS berhasil menyerap pengetahuan mutakhir yang esensial bagi lulusan teknik sipil dalam menghadapi tantangan globalisasi dan dunia kerja.Menanggapi keterlibatan aktif ini, Alief Farhan Febrianto menyatakan pentingnya peran mahasiswa UWKS di forum nasional tersebut:"Kehadiran saya di TW-NAS XXXV ini merupakan bentuk komitmen nyata Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dalam memperkuat eksistensi di lingkup nasional. Melalui forum ini, kami tidak hanya belajar mengenai inovasi digital di IKN, tetapi juga memastikan bahwa kontribusi pemikiran dari UWKS terserap dalam setiap keputusan strategis FKMTSI. Kami bertekad untuk membawa ilmu dan jejaring ini kembali ke kampus demi memajukan kualitas lulusan yang siap membangun negeri."Selain aspek akademis, komitmen UWKS terhadap kemanusiaan dan lingkungan juga terpancar kuat. Delegasi UWKS terlibat langsung dalam aksi Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) dengan membersihkan Sungai Karang Mumus serta aksi solidaritas penggalangan dana bagi korban bencana banjir di Sumatera dan Aceh. Aktivitas ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Sipil UWKS dibentuk untuk menjadi insinyur yang tidak hanya kompeten secara teknis, namun juga memiliki integritas sosial yang tinggi.Perhelatan ini ditutup dengan Sidang Kongres yang berhasil menetapkan FKMTSI Wilayah XI (SULSELBAR) sebagai Koordinator Umum nasional terpilih. Partisipasi sukses ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya terus mendukung mahasiswanya untuk berprestasi di level tertinggi, memperluas wawasan inovasi, dan menjaga semangat kolaborasi demi kemajuan pembangunan infrastruktur Indonesia yang berkelanjutan.  
Perkuat Inovasi Infrastruktur, HMTS UWKS Bedah Teknologi Paramesh Wall Bersama Pakar Industri dan Konsultan Nasional

Perkuat Inovasi Infrastruktur, HMTS UWKS Bedah Teknologi Paramesh Wall Bersama Pakar Industri dan Konsultan Nasional

Himpunan Mahasiswa Sipil - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
27 November 2025
SURABAYA – Dinamika pembangunan infrastruktur yang kian pesat menuntut inovasi berkelanjutan dalam metode perkuatan tanah dan efisiensi struktur. Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (HMTS UWKS) sukses menyelenggarakan Kuliah Umum berskala besar dengan tema "Solusi Efisien Struktur Dinding Penahan Tanah menggunakan Paramesh Wall (MSE wall oleh PT Maccaferri)" pada Kamis, 27 November 2025. Acara yang dipusatkan di Bangsal Poncowaliko ini menjadi momentum istimewa bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan para pakar dari sektor industri dan konsultan kenamaan. HMTS UWKS menghadirkan kolaborasi narasumber ahli, yakni Serkandi, S.T. (Business Developer Manager of Maccaferri Indonesia), Daniel Soaloon Sibarani, S.T., M.Eng. (Business Developer of Maccaferri Indonesia), serta Josephine Setyarini, S.T., M.T. (Geotechnical Engineer dari PT Eskapindo Matra), dengan dipandu oleh moderator Danang Setya Raharja, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Sipil UWKS.Materi yang dibedah secara mendalam berfokus pada pengenalan dan keunggulan berbagai produk Maccaferri Indonesia sebagai solusi cerdas dalam menghadapi tantangan geoteknik yang kompleks. Penggunaan Paramesh Wall atau Mechanically Stabilized Earth (MSE) Wall dipaparkan bukan sekadar sebagai elemen konstruksi, melainkan solusi komprehensif untuk perkuatan tanah yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional, terutama dalam hal optimasi biaya, kecepatan pelaksanaan, serta keberlanjutan lingkungan. Di sela paparan teknologi tersebut, momen penting juga terjadi dengan dilakukannya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dengan PT Maccaferri Indonesia. Kerja sama strategis ini menjadi langkah konkret dalam menyinergikan dunia akademik dan industri guna memperluas wawasan mahasiswa mengenai inovasi teknologi material di lapangan."Kuliah umum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan jembatan rill antara kurikulum akademik dengan tren teknologi di dunia industri. Dengan menggandeng Maccaferri dan Eskapindo Matra, kami ingin memastikan mahasiswa Teknik Sipil UWKS mendapatkan akses sumber daya (resource) langsung dari para praktisi yang menangani proyek strategis nasional. Pengetahuan tentang efisiensi material seperti Paramesh Wall ini akan menjadi nilai tambah luar biasa bagi lulusan kami di masa depan," ujar Diva Aisyah J.F.Keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan penuh pihak universitas dalam memfasilitasi pertemuan antara mahasiswa dengan mitra industri. Melalui sinergi bersama PT Maccaferri Indonesia dan PT Eskapindo Matra, HMTS UWKS membuktikan dedikasinya dalam mencetak calon insinyur yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga adaptif terhadap solusi inovatif dan teknologi konstruksi global. Kegiatan ditutup dengan harapan besar agar pengenalan sistem MSE Wall dan berbagai produk Maccaferri lainnya dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus mengeksplorasi teknologi konstruksi yang cerdas, aman, dan efisien demi kemajuan infrastruktur di tanah air.
Pererat Silaturahmi Lintas Kampus, Mahasiswa Teknik Sipil UWKS Sukses Gelar Pengenalan FKMTSI

Pererat Silaturahmi Lintas Kampus, Mahasiswa Teknik Sipil UWKS Sukses Gelar Pengenalan FKMTSI

Himpunan Mahasiswa Sipil - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
9 Oktober 2025
SURABAYA – Semangat kolaborasi dan keinginan untuk tumbuh bersama antar-mahasiswa Teknik Sipil di Surabaya kembali bergelora. Bertempat di Ruang Candika, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), telah sukses dilaksanakan agenda "Sosialisasi dan Pengenalan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (FKMTSI)" pada Kamis, 9 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi ajang penting bagi mahasiswa Teknik Sipil UWKS untuk mengenal lebih dekat wadah pemersatu mahasiswa teknik sipil se-Indonesia, sekaligus memperkuat koordinasi di tingkat Subwilayah Surabaya.Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Sdr. Alief Farhan Febrianto, selaku Penanggung Jawab (PJ) FKMTSI Wilayah IX Jawa Timur Subwilayah Surabaya sebagai pemateri. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara rinci mengenai sejarah berdirinya FKMTSI, struktural Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia, hingga peran vital Subwilayah Surabaya. Suasana di Ruang Candika semakin hangat dengan kehadiran para delegasi dari berbagai Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) di lingkup Subwilayah Surabaya, mulai dari HMS FT Unesa, HMST Unesa, HMS ITBAd Lamongan, HIMTSI UM Surabaya, HMTS Universitas Narotama, hingga HMTS UM Gresik.Penyelenggaraan acara ini membawa harapan besar bagi pengembangan kapasitas mahasiswa ke depan, terutama dalam menyeimbangkan antara soft skill organisasi dan kompetensi akademik. FKMTSI ditekankan bukan hanya sebagai wadah koordinasi, tetapi juga sebagai pusat pertukaran ilmu teknik sipil melalui berbagai agenda akademik seperti lomba karya tulis ilmiah, kompetisi rancang bangun, hingga diskusi panel mengenai inovasi material dan metode konstruksi terkini. Harapan utamanya adalah agar mahasiswa Teknik Sipil UWKS mampu memanfaatkan jejaring ini untuk saling berbagi referensi akademik, riset, serta memperbarui wawasan mengenai standar teknik sipil yang berlaku di dunia industri.Dalam kesempatan tersebut, perwakilan mahasiswa Teknik Sipil UWKS menyampaikan komitmen dan dedikasi instansi yang selaras dengan harapan-harapan tersebut:"Kegiatan pengenalan ini merupakan langkah nyata Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dalam menunjukkan komitmen kami di dalam keluarga besar FKMTSI. Harapan besar kami, melalui wadah ini mahasiswa UWKS tidak hanya berkembang secara organisasi, tetapi juga terpacu secara akademik melalui kompetisi dan diskusi keilmuan antar-kampus yang rutin digelar FKMTSI. Sinergi ini akan menjadi jembatan bagi kami untuk bertransformasi menjadi insinyur yang tidak hanya memiliki kepemimpinan kuat, namun juga kedalaman ilmu teknik yang mumpuni untuk menjawab tantangan dunia kerja."Pertemuan ini diakhiri dengan diskusi tanya jawab seputar FKMTSI dan sesi foto bersama sebagai simbol eratnya persaudaraan mahasiswa Teknik Sipil. Melalui sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa Teknik Sipil UWKS dapat mengambil peran lebih dalam setiap agenda FKMTSI ke depan, memperkuat koordinasi antar-himpunan, serta bersama-sama memajukan kualitas mahasiswa teknik sipil dalam menyongsong tantangan industri masa depan yang semakin kompleks.
KOREKSI 2025 : Saat Kayu Balsa Dipaksa Melampaui Batas ditangan Mahasiswa Teknik Sipil UWKS!

KOREKSI 2025 : Saat Kayu Balsa Dipaksa Melampaui Batas ditangan Mahasiswa Teknik Sipil UWKS!

Himpunan Mahasiswa Sipil - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
4 Juni 2025
SURABAYA – Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) sukses menggelar kompetisi jembatan balsa bertajuk KOREKSI 2025 pada 2-3 Juni lalu. Bertempat di Cafetaria UWKS, ajang bertema "Build the Bridge, Break the Limits" ini menantang para calon insinyur muda untuk membuktikan bahwa material ringan seperti kayu balsa mampu menahan beban ekstrem melalui rancangan struktur yang presisi.Kompetisi diawali dengan agenda Checking Day yang ketat guna memastikan setiap karya peserta memenuhi regulasi teknis. Tak hanya adu kekuatan, para peserta juga dibekali sesi materi khusus mengenai strategi perancangan. Dalam sesi ini, mereka mempelajari rahasia menciptakan jembatan yang tetap ringan namun memiliki rasio efisiensi beban yang maksimal.​Puncak acara terjadi pada hari kedua saat proses pengetesan beban (loading test) dimulai. Suasana dramatis menyelimuti area lomba ketika satu per satu jembatan ditarik hingga batas maksimal hingga material balsa mulai berderit dan akhirnya runtuh. Momen ini menjadi bukti nyata dari teori desain yang selama ini dipelajari di bangku kuliah.​Ketua Pelaksana, M. Abdul Majid Al Hakam, menegaskan bahwa esensi kegiatan ini adalah mengasah logika berpikir dalam menghadapi keterbatasan material. Melalui KOREKSI 2025, HMTS UWKS berharap dapat melahirkan bibit insinyur yang inovatif dan berani mendobrak batasan teknis demi kemajuan infrastruktur masa depan.
Tingkatkan Kompetensi Lapangan, HMTS UWKS Gelar Study Excursie di Proyek Jalan Tol Probowangi

Tingkatkan Kompetensi Lapangan, HMTS UWKS Gelar Study Excursie di Proyek Jalan Tol Probowangi

Himpunan Mahasiswa Sipil - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
4 Juni 2025
PROBOLINGGO – Dalam upaya memperdalam pemahaman praktis mahasiswa terhadap pembangunan infrastruktur skala nasional, Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (HMTS UWKS) sukses melaksanakan kegiatan Study Excursie pada Rabu, 04 Juni 2025. Mengusung tema besar "Enhance Knowledge, Expand Network", kegiatan ini mengambil lokasi di proyek pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi), yang merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) di Jawa Timur.Kunjungan lapangan ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung kompleksitas pekerjaan teknik sipil di medan sesungguhnya. Selama kegiatan, peserta diajak untuk meninjau berbagai tahapan konstruksi jalan tol, mulai dari pengerjaan struktur perkerasan hingga solusi pengamanan lereng. Fokus utama dalam kunjungan ini adalah mempelajari bagaimana inovasi teknologi digunakan untuk mengatasi tantangan geoteknik dan struktural guna mencapai efisiensi pembangunan tanpa mengesampingkan faktor keamanan.Bupati Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UWKS, Saudara Muhammad Reyzhar Safrudin, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinkronisasi antara teori akademis dengan realitas di lapangan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret organisasi dalam memfasilitasi mahasiswa untuk memperluas wawasan di luar kelas. Menurut Muhammad Reyzhar Safrudin, tema "Enhance Knowledge, Expand Network" dipilih agar mahasiswa tidak hanya pulang membawa ilmu teknis baru, tetapi juga mampu membangun relasi profesional dengan para pemangku kepentingan di industri konstruksi.Sesuai dengan semangat tersebut, mahasiswa berkesempatan melakukan dialog teknis dengan para praktisi dan insinyur di lapangan mengenai metode pelaksanaan yang digunakan di Jalan Tol Probowangi. Hal ini bertujuan agar mahasiswa memahami dinamika serta problem solvingKegiatan Study Excursie ini ditutup dengan sesi observasi mendalam di titik-titik krusial pembangunan tol. Melalui agenda ini, HMTS UWKS di bawah kepemimpinan Muhammad Reyzhar Safrudin berharap para peserta dapat membawa pulang wawasan baru mengenai standar industri konstruksi modern serta terinspirasi untuk terus berinovasi dalam memajukan infrastruktur di Indonesia. Sinergi antara dunia pendidikan dan proyek lapangan seperti ini diharapkan terus berlanjut guna mencetak insinyur yang kompeten, adaptif, dan siap terjun ke dunia kerja.
Bikin Melirik! Inilah Alasan Mahasiswa Teknik Sipil UWKS Kompak "PDL-an" Setiap Kamis

Bikin Melirik! Inilah Alasan Mahasiswa Teknik Sipil UWKS Kompak "PDL-an" Setiap Kamis

Himpunan Mahasiswa Sipil - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
17 Januari 2025
SURABAYA – Setiap hari Kamis, suasana di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) terasa berbeda dengan kehadiran ratusan mahasiswa yang kompak mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Teknik Sipil. Gerakan "Kamis Berseragam" ini menjadi simbol kekuatan identitas dan kebanggaan yang mengakar kuat di setiap sanubari mahasiswanya.​Aksi ini selaras dengan jargon legendaris yang selalu mereka gaungkan: "SIAPA KITA? AREK SIPIL!". Kalimat tersebut bukan sekadar teriakan, melainkan cerminan dari identitas tangguh yang mereka kenakan melalui PDL tersebut. Dengan berseragam serentak, mereka membuktikan bahwa "Arek Sipil" UWKS memiliki ikatan persaudaraan yang tak retak dan selalu siap membangun masa depan dengan profesionalisme tinggi.​Bagi mereka, mengenakan PDL setiap Kamis adalah cara terbaik untuk mengenalkan eksistensi teknik sipil kepada kampus, sekaligus memperkuat jiwa korsa antar angkatan. Melalui konsistensi ini, mahasiswa Teknik Sipil UWKS menunjukkan bahwa kekompakan adalah pondasi paling utama. Karena bagi mereka, menjadi "Arek Sipil" adalah tentang kebanggaan, dedikasi, dan kesolidan yang tanpa batas.

  Rekomendasi

Penerapan Building Information Modeling (BIM) di Proyek Infrastruktur Indonesia Analisis Keuntungan BIM dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Proyek dari Perspektif Fresh Graduate Teknik Sipil

Penerapan Building Information Modeling (BIM) di Proyek Infrastruktur Indonesia Analisis Keuntungan BIM dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Proyek dari Perspektif Fresh Graduate Teknik Sipil

5 Januari 2026
KOREKSI 2025 : Saat Kayu Balsa Dipaksa Melampaui Batas ditangan Mahasiswa Teknik Sipil UWKS!

KOREKSI 2025 : Saat Kayu Balsa Dipaksa Melampaui Batas ditangan Mahasiswa Teknik Sipil UWKS!

4 Juni 2025
Tingkatkan Kompetensi Lapangan, HMTS UWKS Gelar Study Excursie di Proyek Jalan Tol Probowangi

Tingkatkan Kompetensi Lapangan, HMTS UWKS Gelar Study Excursie di Proyek Jalan Tol Probowangi

4 Juni 2025
Pererat Silaturahmi Lintas Kampus, Mahasiswa Teknik Sipil UWKS Sukses Gelar Pengenalan FKMTSI

Pererat Silaturahmi Lintas Kampus, Mahasiswa Teknik Sipil UWKS Sukses Gelar Pengenalan FKMTSI

9 Oktober 2025